MAJALENGKA – malakama.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka resmi menerapkan sistem manajemen talenta dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan asesmen dan profiling guna memetakan kualifikasi, kompetensi, serta potensi karier pegawai sebagai dasar penentuan calon pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Penjabat Bupati Majalengka menegaskan bahwa proses profiling merupakan tahapan krusial sebelum ASN dimasukkan ke dalam talent pool (kelompok talenta). Melalui validasi ini, pemerintah daerah dapat menyusun peta karier yang presisi dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Harapannya, saya mendapatkan kemudahan untuk menentukan calon-calon pimpinan di OPD. Mereka di-profiling berdasarkan kualifikasi dan kompetensinya, sehingga bisa diketahui siapa yang sesuai untuk jabatan tertentu,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan kegiatan di SMKN 1 Majalengka, Selasa (20/10/2026).
Kolaborasi Strategis Bersama BKN
Program penguatan birokrasi ini diselenggarakan atas kerja sama erat dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemkab Majalengka memberikan apresiasi tinggi terhadap BKN atas dukungan penuh yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu administrasi kepegawaian.
Secara finansial, asesmen ini umumnya memerlukan alokasi anggaran yang besar. Biaya asesmen normal diperkirakan mencapai Rp590 ribu per orang. Dengan proyeksi kuota antara 800 hingga 1.000 peserta, kebutuhan total anggaran idealnya menyentuh angka miliaran rupiah.
Namun, efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat tercapai berkat integrasi program eksternal. Melalui dukungan program yang disebut sebagai Pro-ASN, asesmen tersebut dapat diikuti tanpa membebankan biaya kepada pemerintah daerah.
Sasaran Pengembangan Jabatan Berbasis Meritokrasi
Agenda profiling ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan total kepesertaan mencapai 798 ASN. Para peserta merupakan pegawai dari berbagai golongan yang diproyeksikan secara khusus untuk mengisi serta mengembangkan pos-pos jabatan strategis di lingkungan Pemkab Majalengka di masa depan.
Melalui langkah taktis ini, Pemkab Majalengka berkomitmen menciptakan iklim kerja birokrasi yang berbasis pada sistem meritokrasi, transparansi, dan profesionalisme demi optimalisasi pelayanan publik (ujHe)
